Benih Berkualitas, Risiko Terkendali: Itjen Kementan Kawal UPBS BRMP Kalteng
PALANGKA RAYA – Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pengawalan Manajemen Risiko pada satuan kerja BRMP Kalimantan Tengah di ruang AoR, (04/03/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ka.TU , Ketua Tim Kerja/Pokja, Bendahara, pengelola Sistem Akuntansi Instansi (SAI), serta pengelola Barang Milik Negara (BMN) dan persediaan.
Dalam arahannya, perwakilan Itjen Kementan Mita Ginting menegaskan bahwa pengawalan manajemen risiko merupakan mandat langsung dalam rangka memastikan pelaksanaan program di tingkat satuan kerja berjalan sesuai regulasi, efektif, serta mampu mengantisipasi berbagai potensi hambatan.
“Pengawalan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya mitigasi risiko agar setiap tahapan kegiatan dapat dikendalikan dan target kinerja tercapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, BRMP Kalteng telah memperoleh alokasi anggaran untuk melaksanakan produksi benih sumber sebagai benih induk dalam perbanyakan benih sebar. Karena itu, penguatan manajemen risiko menjadi aspek krusial guna menjamin pelaksanaan produksi berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan akuntabel.
FGD ini juga menjadi pijakan dalam penyusunan manajemen risiko lingkup Kementerian Pertanian. dalam kesempatan ini juga diberikan panduan teknis pengisian penetapan konteks manajemen risiko.
Secara khusus, pengawalan yang dilakukan meliputi Produksi Benih Sumber (UPBS) Padi Tahun Anggaran 2026, Pengawalan Perbenihan UPBS Tahun Anggaran 2025, serta penguatan penerapan manajemen risiko di lingkungan satker.
Melalui kegiatan ini, seluruh unsur pelaksana di BRMP Kalteng diharapkan memiliki persepsi dan langkah yang selaras dalam menerapkan manajemen risiko secara sistematis mulai dari identifikasi, analisis, hingga mitigasi risiko. Langkah tersebut dinilai strategis dalam mendukung ketersediaan benih padi bermutu serta memperkuat ketahanan pangan nasional.